Janji dan Karya Tuhan Tidak Dapat Dihambat

Artikel

Written by:

Janji dan Karya Tuhan Tidak Dapat Dihambat. Tapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang-orang Israel itu (ayat 12). – Keluaran 1:1-14. Menjadi budak adalah status yang tidak menyenangkan. tetapi itulah status bangsa Israel sekita 500 tahun setelah kematian Yusuf. Hal ini terjadi karena penguasa Mesir yang baru, yang tidak mengenal Yusuf (ayat 8) melihat bahwa pertumbuhan orang Israel semakin bertambah banyak dan semakin kuat status sosial dan ekonominya sehingga menjadi ancaman bagi rakyat Mesir.

Janji yang tidak dapat dibatalkan

Penguada Mersir membuat kebijakan baru untuk menghambat pertambahan umat Israel, yaitu memperkerjakan sebagai budak dan pekerja paksa di proyek-proyek bangsa Mesir. Akibat dari kebijakan dan tindakan tersebut orang Israel sangat  menderita dan tertindas. Namun . penindasan dan penderitaan yang dialami umat Israel ternyata tidak bisa membatalkan janji Allah yang telah diikat-Nya dengan bapa leluhur Israel (Abraham, Ishak dan Yakub). Sebab Tuhan Allah selalu setia pada janji yang telah diucapkan-Nya. “Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu” (Kej 17:7).

Jelas, bahwa Tuhan Allah tetap konsisten dan menghendaki umat-Nya hidup dalam hubungan perjanjian dengan-Nya. Sekalipun “…makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.” (ayat 12).

Itulah cara kerja Allah, sekalipun umat-Nya disiksa, namun makin berkembang dan disegani.

Janji dan karya Tuhan tidak dapat dihambat

Dalam bahasan ini kita dapat belajar beberapa hal : Pertama, jika Allah telah berjanji Dia pasti menggenapinya lewat karya kuasa-Nya. Kedua, kuasa sehebat apapun tidak ada yang dapat menghambat janji dan karya-Nya. ketiga, umat yang terikat dalam perjanjian dengan-Nya sekalipun menghadapi tantangan dan tekanan berat akan tetap teguh dan disegani banyak orang. Keempat, perjanjian yang diwujudkan dalam karya keselamatan-Nya itu tidak berhenti, melainkan berlangsung terus, karena sasaran akhir perjanjian Allah dengan manusia ialah membawa keselamatan, bukan hanya kepada satu bangsa (Israel), tetapi kepada seluruh umat manusia.

Mari kita setia pada perjanjian yang telah digenapi oleh dan di dalam Kristus serta terlibat dalam karya keselamatan-Nya meski tantangan dan penindasan menghadang.

 

Sumber artikel – Sabda Bina Umat

Comments are closed.